15 March 2010

Bayangan yang menyakiti


Bayangan ketakutanku akan kehilangan dirimu kembali hinggap.
Perlahan kuberanjak mematikan lampu kamarku.

Berharap gelap dapat menyembunyikanku dari rasa itu.
Tapi ternyata aku salah.

Dalam gelap aku merasakan dengan jelas rasa sakit menyelimutiku.

Aku takut.

Tak bisakah kau merasakan ketakutanku?

Bayangan itu saja dapat menyakitiku.

Lalu apa yang terjadi jika bayangan itu menjadi nyata?
Maka sekali lagi aku mohon, tolong dengarlah.

Aku di sini.
Masih memiliki harapan yang sama.

Masih akan menghadapi semuanya demi kita.
Selama ada kamu, berjalan bersamaku.

12 March 2010

Anak Yatim


Orang tuaku cinta banget sama anak yatim. Dan mereka mau kita, anak-anaknya, juga begitu. Akhirnya Kemarin kita diajak ke salah satu yayasan yatim piatu yang sering mereka kunjungi. Bawain sedikit makanan buat penghuninya. Mama papa mau mulai membiasakan kita untuk cinta anak-anak itu.

Di sana aku dapet banyak cerita. Salah satunya tentang satu anak yatim yang tuna netra. Dengan kekurangannya itu ternyata Allah memberi kelebihan yang juga tak ternilai, dia hafal Al-qur’an.
Ya Allah, Engkau memang mencintai ciptaanMu dengan cara yang berbeda-beda. Aku iri, dengan kekurangannya itu aja dia bisa semangat menghafal Al-qur’an. Sedangkan aku gimana? Harusnya bisa lebih bersyukur dan memanfaatkan semua nikmatMu.

Di perjalanan pulang dari rumah yatim itu, aku langsung tetapin niat. Tambahan resolusi tahun 2010 ini, hafalan Al-qur’an aku juga harus bertambah. Semangat! Makasih mama papa, selain dikasih kesempatan untuk mulai mencintai anak yatim, ternyata di sana aku juga dapat banyak pelajaran lain yang berharga.

11 March 2010

Friendship award

Thanks a lot


"One loyal friend is worth ten thousand relatives."
- Euripides, Greek playwrite -

maret 2010

februari 2010

Devan Fajar

"Friendship is the only cement that will ever hold the world together"
- Woodrow Wilson -

10 March 2010

Pelangi Senja


Yang selalu kutunggu, Senja, langit jingga, dan bau tanah setelah hujan. Perpaduan yang selama ini selalu indah. Seindah pelangi yang saat ini ada dihadapan kita. Aku dan kamu selalu lari ke bukit ini setelah hujan. Kita selalu memiliki harapan yang sama untuk melihat pelangi itu. Selalu seperti ini duduk bersebelahan mengagumi pelangi yang terlihat hampir sempurna lengkungannya dari bukit ini, tanpa terpotong atau terhalang oleh rumah dan gedung.

Dengan kegiatan yang hampir selalu sama, hanya duduk menikmati pelangi dan mendengarkan suara senja. Suara burung-burung yang kembali ke sarangnya. Tapi senja kali ini berbeda untukku. Kali ini aku bahkan dapat mendengar dengan jelas detak jantungku. oleh karena itu dengan sedikit gugup kali ini aku membuka obrolan denganmu. Kamu tampak bingung dengan rutinitas yang berbeda kali ini. Ya, aku harus bersuara. Aku takut kalau-kalau kamu juga mendengar detak jantungku jika kita tetap menikmati kesunyian ini.

Semua ini mulai ku sadari berbeda sejak kemarin, saat sore itu kamu tidak ada di sini untuk menikmati rutinitas kita. Dan semuanya berubah. Yang selama ini selalu kutunggu, semua yang selalu kuanggap indah, menjadi tak bisa lagi kunikmati. Dan saat matahari akan hilang sejenak dari mataku, aku pun menyadarinya. Ntah sejak kapan, tapi mulai saat ini kamu harus tahu, aku butuh kamu untuk melengkapinya.

Dan di sini, Sore ini, bersama matahari yang tinggal sedikit lagi cahayanya. Aku memintamu selalu menemaniku, tetapi bukan sekedar kebersamaan kita di bukit ini saja.
Hhhmm... Diam-diam aku menitipkan harapan pada pelangi yang mulai hilang biasnya. Kita sempat lama saling terdiam, hingga kusadari diriku sudah diselimuti bayangan malam, yang kuharap mampu menutupi segala kegugupan dan ketakutanku akan reaksimu. Tapi kamu tidak juga berbicara. Baiklah, Aku tidak memintamu menjawab. Tunjukan saja, maka aku pun akan mengerti. Jika kamu menolak, kamu tidak perlu datang saat pelangi akan kembali lagi esok nanti.


Akhirnya pelangi itu kembali. Sore yang kutunggu, senja, langit jingga, bau tanah setelah hujan, dan kamu. Ya, kamu. sore ini paket keindahanku menjadi lengkap, perpaduan sempurna. Harapanku terkabul. dan mulai hari ini kita akan tersenyum bersama pelangi.
love

02 March 2010

Gadis Kecil Itu


Tanpa mengetuk terlebih dulu kamu masuk ke kamarku dan langsung menangis di depanku. Seperti biasanya, kamu akan menumpahkan tangisanmu dihadapanku. Setiap ada yang menyakiti perasaanmu, selalu aku yang akan kamu cari. Kamu memang salah satu perempuan rapuh yang pernah aku kenal. Kali ini kamu menangis karena hubunganmu dengan pacarmu yang akhirnya berakhir. Aku tak perlu memberikan kata-kata, kamu bilang aku hanya perlu selalu ada dan cukup mendengar disaat seperti ini.

Seandainya kamu tahu, aku tak ingin hanya menjadi pundak tempatmu bersandar. Aku juga ingin menjadi seseorang yang akan memberi pelajaran untuk mereka yang telah membuatmu menangis. Dan aku pun ingin menjadi lelaki yang kau titipkan hatimu, tanpa perlu takut untuk tersakiti. Karena aku menyayangimu.
Sejak pertama kali aku melihatmu, saat kamu berumur 11 tahun dan aku 15 tahun. Kamu telah menarik perhatianku, seorang gadis kecil yang memeluk bonekanya, terlihat rapuh tapi juga cantik. Sejak saat itu aku berjanji akan menjagamu. kini semakin dewasa kamu pun semakin cantik, juga semakin aku menyukaimu. Tapi aku tak akan pernah bisa memilikimu. Sempat aku marah pada Tuhan, kenapa mesti kamu, adikku sayang. Ya, aku sempat protes pada Tuhan. Kenapa ibuku harus menikah dengan ayahmu?

Tumbuh bersama denganmu selama 10 tahun ini, melihat perkembanganmu menjadi gadis dewasa, ternyata aku semakin menyukai kamu. Menyayangi kamu, lebih dari seorang kakak, seandainya kamu tau.
Tapi kini aku telah berdamai dengan hatiku, saat ini aku tak pernah lagi menyampaikan protesku pada Tuhan. Dalam setiap dialogku dengan Tuhan, justru ada kamu dalam doaku. selalu doaku untuk kebahagiaanmu. Dan aku akan selalu ada untukmu, Hingga saatnya nanti kamu benar-benar menemukan seorang pria yang juga bisa menjagamu seperti aku.

Aku akan selalu ada di sini, sampai waktunya tiba nanti.
Maka berhentilah menangis, adikku sayang!

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails