27 May 2010

Antara Ego dan Takutku

Antara aku, kau, dan dia.
Aku dengar saat kau katakan rasa itu sudah tak ada lagi untuknya.
Namun aku tetap merasakan sakitnya ketika kau masih menghubunginya.
Aku dengar saat kau katakan dia kini hanyalah sahabatmu.
Namun aku tetap merasakan perihnya ketika kau masih menerima ajakan makannya.
Aku dengar saat kau meyakinkan rasa itu kini hanya untukku.
Namun aku tetap merasakan keraguan ketika kau pun tak dapat berhenti menemuinya.

Maafkan aku ketika harus disibukkan dengan rasa ini.
Aku hanya mencoba membuka lebar mataku.
Mencari makna dari setiap tulisan yang dia isyaratkan tentangmu.
Ungkapan perasaannya yang masih tertinggal walau telah mengetahui keberadaanku.
Maka tak wajarkah aku dengan semua rasa ini.
Ketika mengetahui bahwa ia mengisyaratkan tak akan ada bendera putih.
Ketika mengetahui bahwa asanya selalu ada untukmu.
Maka tak dapatkah kau mengerti.
Tak wajarkah aku dengan semua ketakutanku.
Dia yang tak pernah menyerah.
dan kau yang tak juga ingin melepasnya.

Maka kali ini ijinkanlah aku dengan setumpuk egoku.
Mengharap kau berhenti menghubunginya.
Mungkin hanya sejenak, sambil memintamu menenangkanku.
Karena jujur kini aku tak merasa mendapat posisi aman dalam hubungan ini.
Haruskah aku merasa tenang ketika ada perempuan lain yang tak bisa kau kalahkan untuk memenangkanku.

Kadang ingin kuteriakan, “wahai Ego, istirahatlah sejenak.”
Atau mungkin aku hanya terlalu lelah.
Dan kurasa kau pun merasakan lelah yang sama dalam setiap pertengkaran kita.
Maka masih terlalu beratkah permintaanku agar kau menjaga perasaanku.
Menjaga keberadaanku di sisimu, bukan dia.


I suddenly couldn’t breathe easily,
when she said “there will be no white flag above my door”.

31 comments:

  1. menang melawan ego, adalah kemenangan yg BESAR :)

    ReplyDelete
  2. eh terkadang memang perlu kita menuruti ego kita...salah satu cara untuk menghilangkan stress...asalkan engga kebablasen aja :D

    ReplyDelete
  3. woowww deee....
    i've been there too..
    and i know hot it feels...:(

    ReplyDelete
  4. eh ralat..how it feels..hehe..
    hmm..sakit dan susah de ngilangin egonya..:(

    ReplyDelete
  5. Keren dear...
    Karena aku pernah merasakan hal yang sama
    Ah... seperti de javu baca tulisanmu kali ini
    Tetap semangat yah, jika dia memang buat kamu pasti dia mengerti posisi kamu sekarang ^^

    ReplyDelete
  6. semoga ajah aku juga bisa mengalahkan ego ku
    :D

    ReplyDelete
  7. ego dan takut
    smoga aku bisa mengalahkan rasa itu
    :D

    ReplyDelete
  8. dy... bagus loh... dari lubuk hati yg paling dalam kah? hehehe iyah wlopun tidak ad hub lagi mang lebih baik tidak saling kontak pa lagi ketemuan.. untuk menyelamatkan hati yg gampang terlena.. ;)

    ReplyDelete
  9. just enjoy ur weekend :)

    ReplyDelete
  10. emang pasti ada rasa sakit,, tapi kita harus blajar prcaya sama pasangan kita jg, karena itu jauh lbih penting. dibalik setiap masalh past ada hikmah,klo dlm cnta mungkn yg serg disebut bumbu cinta, dan ga smw prasngka kita ke cow kita itu bner,bisa jd dia cm ngrasa ga enak nolak ajakan mantannya aja. dan klo kta blajr percya,ga perlu ngekang,nant cow kita akan tau apa yg hrus dia lakukan dan siapa yg hrus dia pilh, aku pikir itu akan jd jauh lbh indah pada akhirny untk ketiga belah pihak..,lg pula jika kita yg memint untk menjauhi mantannya, bwtku itu ga da artnya, krn keinginan itu lbh baik muncul dari dlm hatinya sndiri..
    Btw, tulisannya ok bgt.. tepat..
    lanjtkan berkarya...^^

    ReplyDelete
  11. Dia itu orang ketiga ya ?
    semoga hubungannya baik2 saja..
    dalam apapun selalu ada cobaan..
    dan dari puisi diatas lia yakin pasti bisa..

    salam kenal ^_^

    ReplyDelete
  12. sifat ego adalah hal yang paling susah dilawan (pingin alexa turun rajin bw aja mbak)

    ReplyDelete
  13. egoisme aduh sebuah hal umum rasanya susah mencari orang yang tidak egois

    ReplyDelete
  14. Nanti pasti ada jalan terbaiknya..:)

    ReplyDelete
  15. hmm.. jangan pernah salahkan ego yang sesuai hati kecil kita. mencintai artinya saling mengerti dan membahagiakan dari dua belah pihak. inget ya, dua belah pihak. that's it :)

    salam kenal, thanks dah singgah yaaa

    ReplyDelete
  16. menurutku itu bukan ego sist tapi hak. hakmu untuk meminta dan bertanya :) n kamu juga harus menyadari juga jika itu juga haknya dia dan dia, untuk punya perasaan itu. Solusinya harus ambil keputusan untuk memilih, biar gak terombang-ambing dgn rasa itu. berat tapi harus.

    ReplyDelete
  17. wahhhh,,mbak dy.tulisan yang satu ini ngena banget deh.

    ReplyDelete
  18. have a nice sat-nite :)

    ReplyDelete
  19. Bila ada 2 orang, maka akan muncul masalah
    Namun bila ada 3orang, itu sih bencana :D

    ReplyDelete
  20. Itu bukan ego, tapi kenormalan yang harus selalu diperjuangkan. percaya aku! :D

    ReplyDelete
  21. hmmm.... ego yg baek spti apa sih mbak??

    demi kepntgan dan mencapai RidloNYA ego kan gpp yah? hehhehhee..
    Itu bukan EGo tapi Nafsu hehheheh
    emang nafsu klo udah membabi buta di penjarakan aja mbak hehhe di tahan dah...

    ReplyDelete
  22. Hmm... Take it easy ! You must be cemburu, hehee... :)

    Cinta laksana kereta, karena tetap berjalan di atas rellnya. Manakala yang baik tentang Dia habis, maka Cinta akan segera keluar dari relnya.

    Nice to be here again, Salam sayang n good luck!

    ReplyDelete
  23. kadang emang emo selalu mengalah pada ego,
    namun pera datang kelembutannya, menghadirkan kedamaian anatar ego dan emo

    tentang EGO(egois),EMO(emosi),PERA(perasaan)

    salam DY cute,^^

    ReplyDelete
  24. iya dyeh..moga begitu...

    ReplyDelete
  25. Bisa membahasakan hati lewat tulisan. Salut ya mbaa. Dulu waktu aku di posisi mba, susah rasanya untuk membahasakan kata demi kata dengan alur yang indah. Tapi mba berhasil :)

    Hei hei, do you know, kesabaran itu membuahkan akhir yang luar biasa indah! Percaya dan terus percaya! Keep istiqamah ya mba, inget.. saat dia mendua, Allah ga pernah mendua. Bahkan di saat mba lagi sayang2nya sama dia.

    He, maaf jadi panjang. Aku merasakan apa yang mba rasakan dulu.
    Semangat! Tuhan bersama kita :)

    ReplyDelete
  26. Go On and Trust your Self :)

    ReplyDelete
  27. Puisi jika ditulis dari Hati, makna selalu Indah dan dalam..."Ego" dalam suasana seperti itu memang dibutuhkan...saya mengartikannya bukan sebuah ego semata, tapi kebutuhan untuk saling mengerti, saling mengingatkan...bahwa dalm menjalin hubungan, ketenangan ternyata Butuh Fokus pada satu dan empati terhadap pasangan...
    salam Kenal Dy...
    hatur Nuhun sudah berkunjung ke Blog saya...

    ReplyDelete
  28. Menurutku sih ini bukan ego...kita memang harus menjaga perasaan pasangan kita kan...^_^

    ReplyDelete
  29. curcol apa fiksi nih dy,, hehheeh
    aq nokomen deh kali ini,
    sesak dada ini membaca tulisanmu,
    membuat aq mengingat apa yang sudah berusaha ku lupakan sebelumnya (-_-)'

    ReplyDelete
  30. all: curhat atau fiksi ya?!
    goresan-goresan imajinasi bisa ada yang fiksi, bisa ada yang curhat.
    hehe..
    Ego mungkin ada batasnya dimana wajar dan ngga. nah batasnya itu yang ngga nyata.

    ReplyDelete

Komentarnya terimakasi.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails