16 February 2010

Perspektif

Aku pernah baca cerita tentang perspektif di satu buku. Kisah tentang Fred dan Mabel.

Ceritanya begini... Fred dan Mabel sama-sama pasien di rumah sakit jiwa. Pada suatu hari, sewaktu mereka berjalan di pinggir kolam renang, Mabel terjun ke bagian air yang dalam dan tenggelam ke dasar kolam. Tanpa memikirkan keselamatannya sendiri Fred menyusul terjun, mengangkat Mabel ke permukaan, dan menyelamatkan Mabel.
Hari berikutnya kebetulan adalah hari penilaian tahunan untuk Fred. Dia dibawa ke hadapan dewan pengurus rumah sakit dan sang direktur berkata padanya, “Fred, saya punya berita baik dan berita buruk. Berita baiknya adalah bahwa, mengingat tindakan heroikmu kemarin, kami menganggap kau waras dan kau bisa keluar dari rumah sakit ini untuk kembali ke masyarakat. Berita buruknya adalah, saya khawatir bahwa Mabel, pasien yang kau selamatkan, tidak lama kemudian gantung diri di kamar mandi dengan ikat pinggang kimononya. Maafkan saya, tetapi dia meninggal.”
“dia tidak gantung diri,” tukas Fred, “aku yang menggantungnya di sana supaya kering.”

Lucu, tapi naas banget ceritanya ya?
Dalam hidup tiap orang memiliki perspektif yang berbeda-beda. Perspektif itu sendiri menurut om wiki adalah sudut pandang manusia dalam memilih opini, kepercayaan, dll. Fred Contoh kasus ekstremnya, dalam pandangannya Fred mungkin melihat Mabel seperti cucian yang harus dijemur atau handuk basah yang harus digantung untuk dikeringkan. Mungkin Fred memang benar, dalam perspektif dunianya yang tidak lazim. Tapi sudah pasti dalam perspektif kita, itu salah kan.

Oleh karena itu, kita harus sadar setiap orang memiliki pandangan, pendapat, pikiran, harapan yang berbeda mengenai kehidupan. Dalam kitab-Nya saja, Al-hujurat 49:13, Allah telah menjelaskan semuanya. Kita memang diciptakan berlainan. Supaya kita bisa selalu saling belajar tentang yang lain. Jadi kita semua jangan sampai bosan untuk belajar memahami orang lain ya! oke? :okay:


*curhat: Laptop lagi error.. susah mau posting..nangih

14 comments:

  1. setuju bgt kita musti banyak belajar memahami orang lain.. btw ttg laptopnya cepet sembuh ya sayy.. hehhee

    ReplyDelete
  2. iyaaaaa.. amin.
    semoga ni laptop cepat sembuh..
    :)

    ReplyDelete
  3. betul,kita harus belajar banyak untuk memahami pandangan orang,,

    ReplyDelete
  4. aan & kiki : ikut setuju.. ^^

    ReplyDelete
  5. oke nya musti jempol gede gitu yak?
    Dua orang gila itu.. memang bener2 gilaaaa.. XD

    ReplyDelete
  6. perspektif,,,

    o yaaaa salam kenal...
    aku suka membaca pikiran orang lain dan belajar melihat karakternya,,,

    belajar jd psikolog..

    o yaaa,, Linknya dah tak pasang
    langitsenja juga ya,,,

    sekalian follow juga ya,,Ok

    dad daaah...

    ReplyDelete
  7. -gek- : iya jempolnya musti segede gitu.. musti setuju.. hehehe..
    :p

    Hdsence : salam kenal jg.. udah berkunjung dan follow langit senjanya!
    :D

    ReplyDelete
  8. helloooo


    nice post deaaaaaaaaaaar
    absolutely rightt

    ReplyDelete
  9. sangat menarik sekali sobat....
    untuk mepererat tali silaturahim maukah sobat bertukar link dengan saya
    .... gd lck

    ReplyDelete
  10. septian : setuju jg. :p

    ladyulia : halloooo yulia.. makasi!

    ritz : iya, itu udah ada di blogroll. :D

    ReplyDelete
  11. perspektif lah yg membuat seseorang berkata bahwa gelas itu setengah penuh dan seorang yg lain berkata setengah kosong.

    perspektif jugalah yg membuat seseorang berkata suatu jalanan itu turunan dan sementara seseorang lainnya berkata itu tanjakan.

    kesemuanya benar,menurut cara pandangnya masing2,menurut latar belakang dan posisinya.

    makanya kalau bisa melihat minimal dari dua sudut pandang ,seseorang itu sudah bisa dikatakan seorang yg bijak. apalagi kalo bisa 3,4 atau lebih sudut pandang,dia akan semakin bijak:)

    salam kenal ya... ijin follow walaupun saya udah pindah ke wp:D

    ReplyDelete
  12. didot : beuh... mantap!
    salam kenal jg.. :D

    ReplyDelete

Komentarnya terimakasi.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails