25 March 2010

Pertemuan Kedua


Perasaan itu memang sulit dibaca, bahkan oleh diri sendiri. Seperti yang terjadi pada pertemuan kedua kita ini. Ketika tanpa diduga bayangan dirimu kembali ada di bola mataku, kejadian yang memang tidak bisa kuduga. Melihatmu berdiri di sudut ruangan itu, seperti melihat hantu. Membuatku hanya bisa meresponmu dengan terdiam pada awalnya.

Aku sudah mempersiapkan diri mengatur detak jantungku, bersiap untuk menahan debarannya agar tak terdengar oleh mereka yang lain di meja ini. Mengatur nafasku agar tetap teratur, juga menyiapkan suaraku tetap normal ketika nanti akan berbicara denganmu. Kemudian melihatmu berjalan mendekat Sampai akhirnya duduk di depanku, membaur bersama teman yang lain. Ternyata debar jantungku tetap normal. Tidak seperti diawal pertemuan kita, yang walaupun sudah lama, tapi masih aku ingat detail perasaannya. Diawal pertemuan kita, ketika debar jantungku tak dapat aku kendalikan, mataku yang berbinar-binar melihatmu, suaraku yang tak dapat menyembunyikan perasaan senang, dan semua semangat yang muncul saat itu.


Tapi kini tak ada lagi semangat itu. Ledakan-ledakan kecil di hatiku itu telah hilang. Telah pergi bersama dirimu yang lama menghilang setelah itu. membuatku menyimpan harapan-harapan yang sempat lama menggantung. Sampai akhirnya perlahan-lahan aku melepaskan semuanya, dan hanya menyimpan secuil harapan bahwa suatu saat kamu akan datang padaku membawa harapan yang sama. Walau entah kapan.


Atau mungkin debaran untukmu itu telah hilang karena dia. Karena keberadaannya, dia yang juga ikut duduk dalam lingkaran meja ini. Dia yang melihatmu, juga melihatku. Dia yang selama ini kuanggap mulai bisa menggantikan kehadiranmu. Yang membuat senyum tetap menghiasi wajahku. Yang menghadirkan tawa dalam setiap obrolanku dengannya. Tapi sebenarnya juga tak kuketahui perasaannya.

Jadi di sini lah kejelasan dari penantianku, secuil harapan tentangmu yang masih ada itu pun telah hilang. Iya benar, itu semua karena keberadaannya. Karena dia yang sebenarnya masih belum kuketahui perasaannya tentangku. Tapi kini dia lah harapanku. Melalui matanya yang kini juga sedang menatapku, ingin kusampaikan padanya, semoga kali ini harapanku pun sama dengannya.

24 comments:

  1. baca ini jadi serasa de javu @_@

    btw, aku suka ^^

    have a nice day cantik ^^

    ReplyDelete
  2. waduh...
    aku ketinggalan yang pertama nih..
    jadi gak nyambung.
    nice poms.
    met pagi yah

    ReplyDelete
  3. Guys,

    Support The Earth Hour, by turning off all the electricity for an hour on Saturday, March 27'th 2010, 8.30 pm.

    Dukung The Earth Hour, dengan mematikan semua lampu dan listrik selama 1 jam, pada hari Sabtu, 27 Maret 2010 mulai dari jam 20.30 malam.

    This is the least we can do....


    Love the Earth...

    Ninneta

    ReplyDelete
  4. kalau menyimak tulisan sobat..
    hanya bisa satu kata ..
    yang sabar y sobat, di balik semua itu pasti ada yang jauh lebih indah

    ReplyDelete
  5. pertemuan kedua itu tenyata udah nggak begitu bermakna ya?

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. hm basi katanya duh.. buang aja deg hhehhehhe'



    pertemuan yg membawa kenangan

    ReplyDelete
  8. gila, keren banget tulisannya ^_^ ngalir tanpa jeda.
    jadi..ehm, apa itu yg namanya cinta terpendam ya? eh, ya ngga sih :D

    ReplyDelete
  9. lagu puja selalu melaju bersama ruang dan waktu, entah dimana tempat berhenti; selalu memadati hati, walau entah, pula, sebanyak apa ia terpenuhi.

    tulisan yang bagus, semoga harapan mu terwujud:)

    ReplyDelete
  10. maaf bukan basi maksudnya, tapi makna dan emosinya sudah hilang? rrrr... rite?

    sori gemori :(

    ReplyDelete
  11. tsaaaah...sumpah, keren abis...kata katanya tinggi banget sampe aku susah mencerna...anyway..itu...ihirrrr...ihirrr..

    ReplyDelete
  12. hehehehe sabar yaa mbak :) pasti ada jalan keluarnyaa.

    ReplyDelete
  13. salam kenalhttp://coretanku103.blogspot.com/2010/03/999-arti-cinta.html

    ReplyDelete
  14. saya suka cara penulisannya.
    kereen :D

    ReplyDelete
  15. semoga sama dengan perasaan yg ada padanya..

    ReplyDelete
  16. bahasanya bagus, mantaf deh

    ReplyDelete
  17. Kalau sudah lewat ya pasti tidak deg2an. So, no problem, kan? Congrat!

    ReplyDelete
  18. kunjungan pertama di postingan "pertemuan kedua"

    salam kenal ya mbak..

    ReplyDelete
  19. yang pertama begitu menggoda, keduanya belum tentu lah ya ihihhi

    visit you back dear ;)

    eh aq pindah blog lohh tgl 1 april, ni aq kasih link blog yg baru ya :P

    ReplyDelete
  20. saya doakan nih mbak, semoga harapannya terkabul. amien :D

    ReplyDelete
  21. pertemuan kedua sesungguhnya adalah kesempatan kedua ,masih ada kesempatan ketiga kah?? :D

    ReplyDelete
  22. dropping by to say "hai" ^_^
    have a nice blog-walking time :)

    ReplyDelete

Komentarnya terimakasi.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails